Mataram adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak di bagian barat Pulau Lombok yang terkenal dengan destinasi wisatanya yang eksotis. Namun, kondisi ekosistem dan alam NTB juga mendukung proses budidaya sarang burung walet. Sumber air yang melimpah serta banyaknya hutan dan kebun menyediakan lingkungan yang ideal bagi burung walet untuk mencari makan. Dompu, Bima, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah adalah beberapa lokasi yang menjadi sentra budidaya burung walet di provinsi ini sehingga menjadi daerah favorit para petani burung walet untuk membangun rumah waletnya.
Dengan demikian, destinasi selanjutnya yang dipilih tim Markaswalet adalah wilayah NTB. Dengan potensi pengembangan yang sangat besar dan industri wisata yang berkembang pesat, sarang burung walet yang bersih dapat dipasarkan langsung kepada wisatawan yang berkunjung ke pulau cantik ini. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 7 dan 8 Maret 2020, di Favehotel Mataram. Selain teknik beternak burung walet, Markaswalet juga akan memberikan pelatihan khusus tentang pengolahan dan pembersihan sarang burung walet agar para petani burung walet memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk profesinya.
Kegiatan di Mataram pada Sabtu ini meliputi dasar-dasar beternak burung walet, antara lain struktur rumah walet, material yang digunakan dalam konstruksinya, terminologi yang digunakan dalam penataan ruangan, dan suara-suara yang dibutuhkan untuk memikat burung walet. Peserta juga akan belajar tentang teknik khusus memasang rumah walet. Di penghujung hari, setiap peserta akan mendapat kesempatan untuk menjelaskan kesulitan apa saja yang mereka temui di rumah walet mereka. Misalnya, beberapa petani mungkin mengalami masalah dengan distribusi sarang burung walet yang tidak merata di berbagai lantai rumah mereka, yang seringkali disebabkan oleh struktur suara yang tidak jelas.
Di hari kedua, setiap peserta akan mendapatkan kesempatan untuk praktik membersihkan dan mengolah sarang burung walet dalam sebuah workshop. Setiap peserta akan diberikan sarang burung walet yang kotor dengan bulunya dan diajarkan cara membersihkannya dengan benar. Menurut peraturan, sarang burung walet yang tidak bersih tidak dapat diekspor karena mengandung nitrit yang tinggi, yang harus di bawah 30 ppm untuk diekspor. Proses pembersihan sarang burung walet harus dilakukan dengan hati-hati dan higienis. Alat-alat penting termasuk pinset, tisu, lembaran plastik, semangkuk air, kaca pembesar, lampu, dan meja. Alat khusus seperti cetakan sarang burung walet juga diperlukan, antara lain mangkok, piring, dan cetakan miring. Selain itu, ruangan untuk membuat sarang burung walet harus memiliki AC dan dehumidifier untuk menghilangkan kelembapan berlebih.
Selama acara di Lombok atau Mataram, tim Markaswalet juga berkesempatan untuk melakukan survei lapangan di dekat pantai Tanjung Luar di Lombok Timur. Kawasan ini merupakan rumah bagi banyak burung walet, terbukti dari lima rumah burung walet yang sudah berpuluh-puluh tahun menghasilkan sarang burung walet yang melimpah. Dari segi kualitas, Lombok menghasilkan sarang burung walet dengan warna nasi putih, nasi merah, krem, merah, dan kuning.